MayZona.com

Switch to desktop

Selasa, 28 Mei 2013 20:00

Pelestarian Kupu-Kupu Bantimurung Berbasis Masyarakat

Ka.PPE Darmansyah bersama narasumer pada workshop jurnalis Ka.PPE Darmansyah bersama narasumer pada workshop jurnalis

Makassar, 28/5 (Linsul News) - Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Sulawesi dan Maluku kini melakukan program pelestarian kupu-kupu khas Bantimurung berbasis masyarakat dengan cara merehabilitasi habitat yang banyak mengalami kerusakan dengan melibatkan masyarakat setempat.

   Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Ir.Darmansyah, M.si, mengatakan, untuk melestarikan kupu-kupu khas Bantimurung tidak cukup hanya dengan penangkaran, melainkan harus memperbaiki habitat kupu-kupu yang telah rusak dengan melibatkan masyarakat di sekitarnya.

   Selama ini banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari kupu-kupu dengan cara mengawetkan satwa langka tersebut, sehingga apabila kondisi ini terus berlangsung, maka akan mengancam kepunahan kupu-kupu dalam kawasan objek wisata alam air terjun Bantimurung, ujar Darmansyah pada acara workshop pengelolaan lingkungan hidup jurnalis se-Sulsel di hotel Clarion Makassar, Selasa. 

   "Kita mengajak masyarakat menjaga kelestarian kupu-kupu agar tidak lagi menangkap dan mengawetkan satwa langka dilindungi itu menjadi cinderamata, tetapi menjaga dan memperbaiki habitatnya yang telah rusak. "kata Darmansyah.

   Masyarakat setempat biasanya menangkap kupu-kupu, kemudian mengawetkannya dengan menjemur atau menggunakan formalin, kemudian dijadikan cinderamata dalam bentuk gantungan kunci dan bingkai yang dijual didalam kawasan objek wisata air terjun Bantimurung Maros.

   Salah seorang pedagang cinderamata kupu-kupu mengatakan, ia bisa mengawetkan sekitar 100 ekor kupu-kupu setiap hari dari hasil penangkaran dan membeli dari anak-anak yang menangkap satwa itu di alam bebas.

   Harga cinderamata kupu-kupu yang telah diawetkan bervairiasi antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu untuk bingkai dan gantungan kunci Rp5.000 hingga Rp10 ribu.

   Dengan program pelestarian kupu-kupu berbasis masyarakat ini, maka diharapkan kupu-kupu khas Bantimurung tersebut tetap lestari tanpa merusak habitatnya.

   Kawasan wisata alam air terjun Bantimurung dihuni 133 spesies kupu-kupu dari sekitar 250 spesies yang hidup bebas di Taman Nasional Bantimurung, sementara yang berada dalam penangkaran saat ini ada sekitar 360 ekor. 

   Workshop Pengelolaan Lingkungan Hidup bagi Jurnalis tersebut menampilkan narasumber Staf Ahli Menteri LH Prof H Karim Saleh, Kepala PPE Sulawesi dan Maluku  Ir Darmamsyah, M.Si, Eri Teguh Primiantoro dari Kementerian LH dan Ir Faizal Kantor LH Provinsi Sulsel. (SM) 

Beri Komentar

Bidang dengan tanda bintang (*) wajib diisi

MayZona.com © 2014 - 2015. All Rights Reserved

Top Desktop version