Demi Sebiji Koplo Ribuan Anak SMP di Surabaya Rela Jual Diri

Ini salah satu prilaku anak-anak baru gede. Di usia seperti ini mereka sudah mengerti sex bebas.(DOK)
ILUSTRASI
ILUSTRASI

SURABAYA-LINTAS SULSEL- Mengkwatirkan sikap pelajar SMP di Surabaya. Demi sebiji koplo mereka rela ditiduri.

Fakta itu terungkap berdasarkan penelitian 14 LSM,  pemerhati anak di Surabaya. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya ada sekitar 1000-an orang.

Hal ini diungkapkan Esthy Susanti, direktur eksekutif Yayasan Hotline Surabaya bersama 14 lembaga pemerhati anak lain.

Eshty mengatakan, Pemkot Surabaya harus berani menyatakan bahwa Surabaya sedang darurat double L. Sebab kondisi di lapangan membuktikan bahwa sudah banyak perilaku anak yang menyimpang.

“Kami menangani sebanyak 1.000 anak bermasalah di Surabaya. Di antaranya 300 anak bahkan sudah hamil, jual diri, dan ketagihan melakukan hubungan badan dan bermasalah dengan hukum. Yang sangat miris malah, mereka sudah sangat membudaya, mendapatkan obat obatan bahkan sabu dengan menukarnya dengan seks,” kata Eshty, Jumat (24/6).

Ini salah satu prilaku anak-anak baru gede. Di usia seperti ini mereka sudah mengerti sex bebas.(DOK)
Ini salah satu prilaku anak-anak baru gede. Di usia seperti ini mereka sudah mengerti sex bebas.(DOK)

Hal ini tentu saja sangat disayangkan. Data tersebut dikatakan Eshty hasil terjun langsung ke sekolah-sekolah SMP di Surabaya.

Sekolah SMP dijadikan target lantaran anak di jenjang SMP sedang masuk masa pubertas, sehingga rawan adanya masalah kenakalan remaja.

Menurutnya saat ini sudah terlambat untuk memulai menanggulanginya. Namun hal itu bisa diatasi jika semua elemen bergabung untuk menyelesaikan masalah yang ada pada anak.(sri)

 

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan